TENTANG KAMI

Keberadaan alam tidak akan pernah dapat dilepaskan dari sisi kehidupan manusia. Harus disadari bahwa jika tidak ada alam dan isinya, maka koloni jenis manusia tidak akan pernah ada. Tuhan memang telah sengaja menciptakan alam semesta beserta isinya ini hanya untuk manusia. Baik itu sebagai pemenuhan kebutuhan hidup manusia, atau juga sebagai media pembelajaran akan kehidupan untuk mencari jati dirinya, termasuk untuk mengenal keberadaan Tuhan Yang Maha Menciptakan.

Sayangnya, kebanyakan manusia hanya hidup untuk kepentingan dirinya sendiri atau kelompoknya saja. Hidup hanya berinteraksi dengan sesama manusia saja, dan hanya sedikit saja memperhatikan alam sekitarnya kecuali hanya untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya belaka. Jarang sekali ada manusia yang menyadari bahwa alam adalah bagian dari kehidupannya. Apabila keadaan alam di sekitarnya rusak (tidak baik), maka akan dapat menjadi faktor rusaknya diri manusia pula. Sebaliknya, apabila keadaan alam baik dan seimbang, maka manusia yang ada di dalamnya pun akan ikut menjadi baik dan dapat menyeimbangkan dirinya, baik dalam kehidupan pribadinya sebagai individu maupun sebagai makhluk sosial, dengan latar belakang ajaran agama yang diyakininya.

Harus dipahami bahwa alam tidaklah mati. Alam juga hidup dan bergerak. Apapun bentuknya. Pergerakan alam mengikuti pola keseimbangan. Setiap materi di alam semesta ini selalu mengikuti pergerakan keseimbangan tersebut untuk menunjukkan eksistensi kehidupannya, seperti air yang bergerak dari tempat tinggi ke tempat rendah, batu-batu yang memecahkan dirinya sendiri karena proses korosi dan akhirnya menjadi debu, bergesernya lapisan tanah karena adanya gaya mekanik atau vulkanik, dan sebagainya.

Sepatutnyalah manusia memiliki hasrat untuk lebih jauh mengenal tentang alam yang didiaminya atau yang hanya sekedar dilaluinya. Hal ini agar manusia dapat memahami mengapa materi alam mencari titik keseimbangan. Kalangan muda yang memiliki energi lebih besar seharusnya menjadi pionir bagi yang lainnya untu menunjukkan bahwa alam juga membutuhkan perhatian kita (manusia). Karena disadari atau tidak, alam bergerak hanya untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Interaksi antara manusia dengan alam haruslah dilandasi dengan jiwa dan semangat “persahabatan dan persaudaraan” dalam bentuk hubungan simbiosis mutualisme, artinya harus menjadi hubungan yang tidak saling merugikan namun harus saling menguntungkan, maka akan terbentuklah jaring-jaring kehidupan yang seimbang antara manusia dengan alam.

Kebanyakan manusia memandang pergerakan keseimbangan alam merupakan bagian dari bencana yang melanda hidup koloni manusia. Tidak pernah disadari bahwa ‘bentuk bencana’ adalah akibat dari tangan-tangan manusia itu sendiri. Jika mau disalahkan, maka salahkanlah manusia-manusia yang merusak tatanan keseimbangannya. Karena sesungguhnya, sejak awal diciptakan alam ini, Tuhan sudah mengatur keseimbangannya dengan sangat sempurna. Apabila alam mencari keseimbangannya sendiri-sendiri, hal itu semata-mata hanya karena untuk memenuhi kebutuhan manusia. Dan untuk itulah alam diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

Menyadari akan pentingnya keseimbangan alam seperti yang digambarkan di atas, maka dengan semangat dan jiwa persahabatan, terbentuklah sebuah wadah yang menghimpun kelompok muda untuk mulai belajar mengenal alam, memahami bahasa alam dalam bentuk pergerakan keseimbangannya, menyadari kebutuhan alam, sehingga kita akan mampu memperlakukan alam selayaknya makhluk Tuhan Yang Maha Esa.


Berawal dari berbagai macam pertemuan baik formal maupun non formal yang mendiskusikan persoalan penting tentang kondisi yang ada dan masalah yang berkembang mengenai kondisi alam di Nusa Tenggara Timur, maka dibentuklah suatu wadah bagi kelompok – kelompok pecinta alam (Non Mapala dan non – Sispala). Wadah ini diharapkan dapat menciptakan koordinasi dan hubungan kerjasama yang baik, serta mengakomodir kepentingan dan kebutuhan Kelompok Pecinta Alam. Wadah ini dinamakan Korps Pecinta Alam Nusa Tenggara Timur (KORPALA NURATIM), didirikan pada tanggal 22 April 2005 di Kota Kupang.

Visi KORPALA NURATIM :

Lestarinya lingkungan hidup yang berbasis masyarakat dan petualangan yang professional “

Misi KORPALA NURATIM :

- Pengembangan system koordinasi

- Peningkatan sumber daya manusia

- Pengembangan manajemen organisasi kelompok pecinta alam dan petualangan yangmemegang teguh nilai – nilai dan Kote Etik Pecinta Alam

Motto :

“ Selamatkan Alam – Tanggulangi Bencana “

Jaringan KORPALA NURATIM merupakan organisasi/kelompok pecinta alam yang beranggotakan kelompok – kelompok Pecinta Alam di Nusa Tenggara Timur yang mendaftarkan diri secara sah ke dalam jaringan KORPALA NURATIM. Hingga saat ini, KORPALA NURATIM telah memiliki anggota sebanyak 4 organisasi kelompok pecinta alam yaitu Mapala Wahe Alam Undana, Mapala Guru Alam PGRI, Mapala Komodo Univ. Mohamaddiyah, KPA Sabda Alam NBD.

KORPALA NURATIM memiliki kepengurusan harian yang menerima mandat dari Musyawarah Anggota.


Lingkup Kegiatan :

  1. Penyelenggaraan komunikasi dan kerjasama dengan semua pihak baik perorangan, lembaga, instasi pemerintahan maupun swasta yang mempunyai visi dan misi sejalan.
  2. Peningkatan pengetahuan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya melalui pendidikan, pelatihan, diskusi, kampanye, maupun kegiatan lainnya dalam rangka melestarikan lingkungan.
  3. Penyelenggaraan kegiataan social lainnya dalam rangka memupuk rasa kekeluargaan dan kebersamaan.

3 komentar: